Berita

Bupati Ciamis Soroti Fenomena LGBT yang Kian Berani di Medsos; “Awas, Korban Bisa Jadi Predator!”

Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, MM, mengeluarkan peringatan keras sekaligus menyatakan keprihatinan mendalam terkait maraknya fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) serta tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak di wilayahnya.

Pernyataan menohok tersebut disampaikan Herdiat saat membuka secara resmi kegiatan Pesantren Ramadhan tingkat Kabupaten Ciamis 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Gedung KH Irfan Hielmy, Islamic Center Ciamis, Jumat (27/02/2026).

LGBT Mulai Terang-terangan di Media Sosial

Dalam sambutannya yang bernada serius, Herdiat mengungkapkan bahwa perilaku menyimpang tersebut kini tidak lagi bersembunyi.

Didorong oleh pesatnya perkembangan teknologi dan kemudahan akses arus informasi digital, para pelaku dinilai semakin berani menunjukkan eksistensinya.

“Di Ciamis pelaku LGBT itu sudah terang-terangan, terlebih di media sosial (medsos). Kondisi ini jelas memprihatinkan,” tegas Herdiat di hadapan ratusan peserta.

Ia menilai perkembangan teknologi menjadi pisau bermata dua yang memacu percepatan perilaku menyimpang tersebut jika tidak disikapi dengan bijak.

Bupati pun mendesak generasi muda, khususnya pelajar, agar mampu memilah aktivitas digital mereka agar tidak terpengaruh konten negatif.

Tren Mengkhawatirkan: Korban Berpotensi Jadi Predator

Selain fenomena LGBT, Bupati Herdiat menyoroti data mengkhawatirkan mengenai peningkatan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Ciamis.

Ia menekankan, trend tersebut sangat memprihatinkan dengan pola korban yang berpotensi menjadi pelaku di masa depan.

“Angka kasus kekerasan seksual terhadap anak terus meningkat. Terutama anak laki-laki yang menjadi korban seksual sejenis, yang pelakunya bisa berasal dari berbagai kalangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memperingatkan adanya lingkaran setan trauma yang harus segera diputus oleh semua elemen masyarakat.

“Anak-anak yang menjadi korban kekerasan tersebut suatu saat berpotensi menjadi pelaku. Menjadi predator, pemangsa perilaku seksual yang menyimpang. Kondisi ini perlu menjadi perhatian semua pihak,” harap Bupati Herdiat.

Pesantren Ramadhan Sebagai Benteng Karakter

Terkait pelaksanaan Pesantren Ramadhan, Herdiat menegaskan kegiatan ini bukan sekadar ritual amaliah, melainkan ikhtiar strategis dalam membangun benteng karakter generasi muda yang berakhlakul karimah untuk menangkal degradasi moral tersebut.

Program kolaborasi Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini bertujuan membina ketakwaan melalui pendekatan keagamaan yang terarah dan berkesinambungan.

Bupati mengajak pelajar memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperdalam ilmu agama, memperbaiki akhlak, serta membangun kedisiplinan diri di tengah gempuran tren negatif global.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca